It must have looked

My world was empty

without love, without love

wondered lonely longing

people – loved ones

I’ve read a thousand stories

imagines the story of romance

I am persuaded on plot

I get carried away in a wave of sheer story

in delusional

dreaming of someone who will never get me

fact

no more than strangers

without words, without a smile

though really I recognized him

Now only a limited view

such painting meaningless

without carving dimensions of life

without the beautiful colors in shades

Suppose that smile could bounce back

I want my hypothesis in mind

no longer looking at something that’s uncertain

but quit to pursue all

Iklan

Siapakah Aku Yang Sejati?

Secara singkat dapat saya utarakan bahwa hal – hal yang harus dapat kita kenali dari diri kita adalah sebagai berikut:

  • Sifat – sifat dan karakter

    Setiap orang pasti membawa sifat-sifat dan karakternya sendiri-sendiri, setiap orang walaupun bisa saja ada kemiripan tapi tidak pernah ada yang sama persis dalam hal ini.

    Menurut saya sebenarnya sifat-sifat dan karakter dalam diri seseorang ini tidak ada batasan “baik-buruknya” karena bagaikan “rasa dan aroma dalam setiap masakan saja”, hanya saja kalau banyak orang yang dapat menerima dan menyenangi maka dianggap “baik” sedangkan kalau banyak orang tidak dapat menerima dan tidak suka maka dinilai “tidak baik”. Tentu pada akhirnya mau tidak mau harus “ada penilaian”, yang mana sebagai kaum Siu Tao ( ) kitapun tidak bisa terlepas dan sudah sewajarnya berusaha mengejar nilai-nilai berlaku yang baik.

  • Hasrat dan keinginan

    Setiap orang pasti memiliki hasrat dan keinginannya masing-masing, yang biasanya adalah merupakan refleksi dari sebuah bentuk ideal / cita-cita yang awalnya bersumber dari ego. Dalam bentuk yang paling sederhana dan murni bisa disimpulkan bahwa ego semua manusia itu pada dasarnya adalah “baik” karena secara alamiah bersumber dari “survival spirit” (naluri mempertahankan hidup). Sehingga setiap manusia selalu bermotivasi untuk mempertahankan hidupnya serta terus mengembangkan hidup ke kondisi yang semakin baik dan jauh dari resiko – resiko kesusahan baik secara fisik maupun mental.

    Nah, karena begitu kompleknya keadaan yang ada maka akhirnya latar belakang dan kesempatan yang ada pada seseorang akan berbeda dengan orang lainnya. Hal ini pulalah yang kemudian harus bisa juga dipahami dan disadari sehingga kita bisa benar-benar menyatu dengan hasrat dan keinginan kita sesuai kealamiahannya masing-masing (hasrat dan keinginan ini saya anggap sebagai suatu daya pendorong gerak yang sangat murni dan tulus). Tetapi tentunya keadaan sosial tetap harus dijadikan rambu-rambu keseimbangan geraknya.

  • Kemampuan

    Penguasaan terhadap suatu hal yang merupakan ciri khas seseorang yang dimiliki dan didapat secara dan dalam kealamiahannya masing – masing, haruslah terus digali dan dikembangkan serta dipergunakan secara positif demi kepentingan kebaikan yang semakin luas semakin baik. Dalam hal ini yang namanya kemampuan itu, normalnya memang akan selalu terasa kurang bagi semuanya, karena adanya kondisi persaingan yang semakin mengetat.

    Oleh karena itu jika bisa mengenal kemampuan diri maka secara lebih gampang pula kita dapat terus mengembangkannya sehingga mencapai suatu level yang relatif tinggi. Biasanya kemampuan seseorang itu berupa wawasan, pengetahuan, kepandaian dan keahlian, yang merupakan hasil dari perpaduan antara intelegensi dan emosi melalui proses belajar (baik sekolah maupun otodidak) serta pengalaman-pengalaman sepanjang hidupnya.

    Dari sini, maka kita dapat disimpulkan bahwa “belajar” dan “berlatih” adalah dua hal pokok yang sangat berperan dalam usaha meningkatkan kemampuan diri.

  • Ketidakmampuan & keterbatasan

    Diluar kemampuan yang ada, maka adalah hal yang alami pula bahwa setiap insan didunia ini selalu diliputi juga oleh ketidakmampuan dan keterbatasan (sengaja penulis tidak menggunakan kata “kelemahan” untuk memberikan nuansa optimisme).

    Adapun merupakan hal yang juga tidak kalah pentingnya dalam proses pengenalan diri kita masing-masing untuk justru lebih mengenal ketidakmampuan dan keterbatasan yang ada dengan motif untuk memperbaiki dan merubahnya sebisa mungkin sehingga menjadi faktor yang bahkan dapat diandalkan. Dalam masalah ini memang kemauan dan usaha keras secara konsisten mutlak diperlukan , karena biasanya untuk dapat bisa “mengakui” bahwa kita mempunyai ketidakmampuan dan keterbatasan saja sudah sangat sulit (karena harus melawan ego dan kesombongan kita) apalagi untuk merubahnya.

    Modal dasar utama yang diperlukan untuk mengatasi hal ini adalah kejujuran dan keterbukaan. Akan tetapi dilain sisi, jangan pula kita sampai terjerumus dan terseret arus pola berpikir pesimis yang akhirnya justru membesar-besarkan faktor ketidakmampuan dan keterbatasan yang ada menjadi senjata dan alasan untuk meng “cover” semua hal dalam kehidupan ini yang memang sulit dan berat bagi siapapun.

  • Latar belakang

    Latar belakang bisa dianggap sebagai akar dari semua perkembangan yang timbul dan ada sekarang ini bagi siapapun juga. Walau kita pada akhirnya memang tidak perlu mempermasalahkan tapi bisa memahami latar belakang dari diri kita sedikit banyak dapat berguna untuk mengetahui siapa dan bagaimana diri kita yang sesungguhnya.

    Oleh karena itu pula dalam metode-metode pengembangan kepribadian yang paling modern sekalipun, pemanfaatan latar belakang diri seseorang sebagai alat refleksi diri untuk membangkitkan pemicu semangat kearah yang lebih efektif masih sangat ampuh dan bermanfaat. Didalam hal ini kita sebagai seorang insan Tao modern yang proaktif tentunya diharapkan juga dapat memahami dan menyadari hal tersebut, sehingga dapat memandang diri sekarang ini secara komprehensif sebagai suatu hasil dari proses-proses terdahulu yang berkesinambungan untuk dijadikan landasan kearah depan yang lebih baik dan semakin baik.

Bagi sebagian orang mengenali diri sendiri mungkin adalah masalah yang mudah tapi umumnya sebagian besar orang menganggap adalah masalah yang sukar dan sulit. Secara pribadi saya sendiri berpendapat bahwa mengatasi proses pengenalan diri sendiri ini memang bukanlah sebuah pekerjaan yang mudah dan gampang. Permasalahan utama yang sering timbul dan menghambat kita untuk dapat mengenali diri kita ini adalah kemampuan diri untuk berdiri secara “jujur, obyektif dan adil” dalam memberikan pandangan terhadap diri sendiri.

Nah, dalam kenyataannya memang hal inilah yang justru jarang bisa dilakukan oleh setiap orang . Akhirnya proses mengenali diri sendiri ini memang akan menjadi sangat sulit dan membingungkan karena faktor ketidak jujuran, ketidak obyektifan dan ketidak adilan dalam memandang diri itu sendirilah yang harus bisa disadari dan diperbaiki (revisi).

http://indonesia.siutao.com/tetesan/siapakah_aku_yang_sejati.php

Bukan maksudku sombong

Pagi hari yang cerah di sekolah. Tampaklah para murid yang sedang berlalu lalang dihalaman sekolah. Hendak memasuki ruangan kelas masing – masing. Sedangkan aku sendiri juga sedang memarkirkan kendaraan di halaman parkir sekolah. Ketika berjalan menuju kelas, aku merasa berpapasan dengan seseorang yang ku kenal. Entahlah siapa orangnya, namun aku merasa mengenalinya. Tapi, sudahlah aku bergegas masuk ke kelas karena takut terlambat.

Tiba aku dikelas, ternyata teman – teman sedang sibuk mengerjakan pr. “Oh, ya ampun. Aku lupa buat pr, mana nggak bawa buku Lksnya lagi. Gimana ini? Nggak mungkinkan aku balik lagi kerumah, jauh coba!” kata ku. “ Udah nggak usah dipikirin deh. Kitakan mau presentasi kelompok masing – masing. Tinggal bilang aja nggak ada pr.” Jawab Sisil. “ Kring – kring, . . .kring – kring. . .” Bel penunjuk masuk sudah berbunyi. Guru pun sudah hadir di depan pintu kelas kami. Ketua kelas menyiapkan anggotanya untuk berdoa dan mengucapkan salam kepada Guru.

“Eh, Sil. Tadi tuh aku kayak kenal dengan seseorang yang berpapasan denganku nggak sengaja.” Kataku sambil membuka pembicaraan. “Emang siapa dia? “ Tanya Sisil ”Entahlah Sil. Kayaknya aku tuh kenal dengan dia, tapi dimana ya? Apa mungkin dia teman aku dulu ya?“ “ Loh kok tanya aku. Ya manalah aku tau Din.” Cetus Sisil lanjutnya, “ dia cowok atau cewek?” Tanya Sisil. “Ya sorry lh Sil. Dia tuh cowok.” Jawab Dina. “Oh jangan – jangan ada sesuatu ya? Ayo!” ledek Sisil. “ Ih mana ada ya. Ngarang aja deh, kamu.” Jawabku bimbang. “ Ya kan aku nggak tau, Din. Nggak usah gitu kali lah.” Cetus Sisil.

“Eh, eh. Itu dia orangnya yang aku ceritain barusan” sambil melihat kearah pintu luar kelas. “ Oh, jadi itu orangnya. Cakep yah.” Ledek Sisil. “Ih nggak usah gitu kali ya, emang kamu kenal apa?” “ Nggak sih, he he. . “ jawab Sisil tersenyum.” Siapa tuh namanya? ” Tanya Sisil. “ Oh, iya. Dia itu teman kelas SD aku dulu, Ya ampun, aku baru ingat. Namanya Fito.“ “ Oh namanya Fito, toh.” Jawab Sisil. “Udah deh, nggak usah ngeledek” cetusku.

Tibalah waktu istirahat, nggak sengaja lagi ketemu dia. Dan dia lewat depan kelasku untuk ke kantin. “ Din, itu orangnya. Tegurlah.” “ Nggak ah ” jawab Dina. Tapi malah si Sisil menegur Fito, kayak sok kenal aja. “ Eh lo sombong ya sama kawan sendiri.” lanjutnya, “Ih, itu orang sombong kali sih, nggak nyahut omongan aku.” “Ya, iyalah, nggak nyahut. Dia kan nggak kenal kamu tau nggak. Kepedean kali sih”Jawab Dina. “ eh, lah. Biarin dong, daripada kamu, sombong nggak mau nyahut. Entar kalo dia bisa ku taklukin, baru tau kamu.”  “ Apalah, dia temen aku tau” jawab Dina dengan nada kesal. Tiba – tiba bel masuk berbunyi” kring – kring. “ Udah lah, masuk kelas” jawab Sisil mengakhiri pembicaraan dengan menahan kesal.

“Aku nggak tahu, apa yang harus ku lakukan untuk membuat dia mengenaliku kembali. Rasanya kami sudah berpisah lama, dan aku mengangap dia sebagai teman terbaik aku sendiri di sekolah. Kenapa dia nggak merasa mengenaliku? Apa mungkin dia lupa denganku? Ataukah dia juga ingat aku? Aku juga nggak bermaksud sombong dengan dia, cuman aku merasa nggak punya harga diri, kalo aku harus menegur dia duluan. Sedangkan aku tuh cewek.” Ungkap Dina pada Sisil. “Sudahlah, nggak usah diambil pusing. Kalo dia emang teman terbaik kamu sewaktu kecil. Aku yakin dia pasti masih ingat dirimu.” Ya sih, Sil. Tapi sekarang ini aku merasa seperti orang yang nggak dikenal waktu nggak sengaja liat dia. ” “Mungkin dia sebenarnya ingin menegur dirimu tapi, dia takut dirimu tidak mengenalinya juga? “ jawab Sisil menenangkan hati Dina. “Iyalah, mungkin Sil. Makasih Sil kamu emang teman terbaikku, meski nyebelin, he he. . “ Kataku sambil tersenyum.

PKN

PKN

Soal Essay!

1. Jelaskan pengertian Hukum secara umum?

Jawab: Hukum adalah merupakan peraturan – peraturan hidup di dalam masyarakat yang dapat memaksa orang supaya mentaati tata tertib dalam masyarakat serta memberikan sanksi yang tegas terhadap siapa saja yang tidak mematuhinya.

2. Sebutkan macam – macam penggolongan hukum menurut sumbernya!

Jawab:

  1. Undang – undang
  2. Kebiasaan/Hukum tidak tertulis
  3. Yurisprudensi/Keputusan hakim
  4. Traktat/Perjanjian
  5. Doktrin/Pendapat para ahli

3. Sebutkan Tata Urutan Peraturan Perundang –undangan di Indonesia!

Jawab:

  1. Undang – undang dasar 1945
  2. Ketetapan MPR-RI
  3. Undang – undang
  4. Peraturan Pemerintah Pengganti Undang – Undang (perpu)
  5. Peraturan Pemerintah
  6. Keputusan Presiden
  7. Peraturan daerah (perda)

4. Apa yang dimaksud dengan konvensi?

Jawab: Konvensi adalah Hukum yang tidak tertulis.

5. Apa yang membedakan antara Hukum Publik dan Hukum Privat?

Jawab: Hukum Publik, yaitu Hukum yang mengatur antar warga negara dan negara yang menyangkut kepentingan umum. Sedangkan, Hukum Privat, yaitu Hukum yang mengatur kepentingan orang – perorangan.

6. Sebutkan macam – macam Lembaga Peradilan Nasional!

Jawab:

  1. Pengadilan Negeri
  2. Pengadilan Agama
  3. Pengadilan Militer
  4. Pengadilan Tata Usaha Negara

7. Seseorang yang sanggup menyatakan suatu ketentuan hukum adalah benar atau salah, merupakan pencerminan sikap . . .

Jawab: Sikap terbuka yang sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.

8. Jelaskan pengertian Korupsi!

Jawab: Korupsi adalah bentuk penyelewengan atau penggelapan uang negara/perusahaan untuk kepentingan pribadi atau kelompok.

9. Sebutkan contoh yang menunjukkan sikap anti korupsi!

Jawab:

  1. Sadar akan selalu menolak/menghindari segala bentuk yang berkategori korupsi
  2. Selalu tanamkan kejujuran dalam kehidupan
  3. Selalu berusaha untuk menghindari perbuatan jahat
  4. Selalu bersikap terbuka
  5. Rajin dan disiplin dalam bekerja
  6. Adanya keyakinan bahwa korupsi itu merugikan diri sendiri dan orang lain

10. Sebutkan contoh sikap yang sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku di lingkungan sekolah!

Jawab:

  1. Menghormati guru
  2. Menjaga nama baik sekolah
  3. Disiplin dalam belajar
  4. Ikut upacara bendera setiap hari senin
  5. Selalu mentaati peraturan yang ada di sekolah
  6. Membuang sampah pada tempatnya

by_iMas94

Posted in PKN

HAKI

PENGERTIAN HAKI:

Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI) atau Hak Milik Intelektual (HMI) atau harta intelek (di Malaysia) ini merupakan padanan dari bahasa Inggris Intellectual Property Right. Kata “intelektual” tercermin bahwa obyek kekayaan intelektual tersebut adalah kecerdasan, daya pikir, atau produk pemikiran manusia (the Creations of the Human Mind) (WIPO, 1988:3).

 

Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) adalah hak eksklusif Yang diberikan suatu peraturan kepada seseorang atau sekelompok orang atas karya ciptanya. Secara sederhana HAKI mencakup Hak Cipta, Hak Paten Dan Hak Merk. Namun jika dilihat lebih rinci HAKI merupakan bagian dari benda (Saidin : 1995), yaitu benda tidak berwujud (benda imateriil).

 

Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI) termasuk dalam bagian hak atas benda tak berwujud (seperti Paten, merek, Dan hak cipta). Hak Atas Kekayaan Intelektual sifatnya berwujud, berupa informasi, ilmu pengetahuan, teknologi, seni, sastra, keterampilan Dan sebaginya Yang tidak mempunyai bentuk tertentu.

 

DASAR HUKUM

·Undang-undang Nomor 7/1994 tentang Pengesahan Agreement Establishing the World Trade     Organization (WTO)

·Undang-undang Nomor 10/1995 tentang Kepabeanan

·Undang-undang Nomor 12/1997 tentang Hak Cipta

·Undang-undang Nomor 14/1997 tentang Merek

·Keputusan Presiden RI No. 15/1997 tentang Pengesahan Paris Convention for the Protection of Industrial Property dan Convention Establishing the        World Intellectual Property Organization

·Keputusan Presiden RI No. 17/1997 tentang Pengesahan Trademark Law Treaty

·Keputusan Presiden RI No. 18/1997 tentang Pengesahan Berne Convention for the Protection of            Literary and Artistic Works

·Keputusan Presiden RI No. 19/1997 tentang Pengesahan WIPO Copyrights Treaty

 

 

Secara umum Hak Kekayaan Intelektual dapat terbagi dalam dua kategori yaitu:

  • •Hak Cipta.
  • •Hak Kekayaan Industri, meliputi:

vPaten

vMerek

vDesain Industri

vDesain Tata Letak Sirkuit Terpadu

vRahasia Dagang, dan

vIndikasi

 

HAK CIPTA

PENGERTIAN

 

·           Hak Cipta adalah hak khusus bagi pencipta untuk mengumumkan atau memperbanyak ciptaannya. Termasuk ciptaan yang dilindungi adalah ciptaan dalam bidang ilmu pengetahuan, sastra dan seni.

·           Berdasarkan Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2002 Tentang Hak Cipta :

Hak Cipta adalah hak eksklusif bagi Pencipta atau penerima hak untuk mengumumkan atau memperbanyak Ciptaannya atau memberikan izin untuk itu dengan tidak mengurangi pembatasan-pembatasan menurut peraturan perundang-undangan yang berlaku.(Pasal 1 ayat 1)

·           Hak cipta diberikan terhadap ciptaan dalam ruang lingkup bidang ilmu pengetahuan, kesenian, dan kesusasteraan. Hak cipta hanya diberikan secara eksklusif kepada pencipta, yaitu “seorang atau beberapa orang secara bersama-sama yang atas inspirasinya lahir suatu ciptaan berdasarkan pikiran, imajinasi, kecekatan, keterampilan atau keahlian yang dituangkan dalam bentuk yang khas dan bersifat pribadi”.

 

SUBYEK HAK CIPTA

Pencipta

seseorang atau beberapa orang secara bersama-sama yang atas inspirasinya lahir suatu ciptaan berdasarkan kemampuan pikiran, imajinasi, kecekatan, keterampilan atau keahlian yang dituangkan dalam bentuk yang khas dan bersifat pribadi.

 

Pemegang Hak Cipta

Pencipta sebagai Pemilik Hak Cipta atau orang lain yang menerima lebih lanjut hak dari orang tersebut diatas.

OBYEK HAK CIPTA

Ciptaan

yaitu hasil setiap karya Pencipta dalam bentuk yang khas dan menunjukkan keasliannya dalam lapangan ilmu pengetahuan, seni dan sastra. Ciptaan yang dilindungi adalah Ciptaan dalam bidang ilmu pengetahuan, seni dan sastra.

Undang-undang yang mengatur Hak Cipta:

  • ØUU Nomor 19 Tahun 2002 tentang Hak Cipta
  • ØUU Nomor 6 Tahun 1982 tentang Hak Cipta (Lembaran Negara RI Tahun 1982 Nomor 15)
  • ØUU Nomor 7 Tahun 1987 tentang Perubahan atas UU Nomor 6 Tahun 1982 tentang Hak Cipta (Lembaran Negara RI Tahun 1987 Nomor 42)
  • ØUU Nomor 12 Tahun 1997 tentang Perubahan atas UU Nomor 6 Tahun 1982 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 7 Tahun 1987 (Lembaran Negara RI Tahun 1997 Nomor 29)

 

 

PATEN

PENGERTIAN

 

  • ØBerdasarkan Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2001:

Paten adalah hak eksklusif yang diberikan oleh Negara kepada Inventor atas hasil invensinya di bidang teknologi, yang untuk selama waktu tertentu melaksanakan sendiri invensinya tersebut atau memberikan persetujuannya kepada pihak lain untuk melaksanakannya (Pasal 1 Ayat 1).

  • ØHak khusus yang diberikan negara kepada penemu atas hasil penemuannya di bidang teknologi, untuk selama waktu tertentu melaksanakan sendiri penemuannya tersebut atau memberikan persetujuan kepada orang lain untuk melaksanakannya (Pasal 1 Undang-undang Paten).
  • ØPaten diberikan dalam ruang lingkup bidang teknologi, yaitu ilmu pengetahuan yang diterapkan dalam proses industri. Di samping paten, dikenal pula paten sederhana (utility models) yang hampir sama dengan paten, tetapi memiliki syarat-syarat perlindungan yang lebih sederhana. Paten dan paten sederhana di Indonesia diatur dalam Undang-Undang Paten (UUP).
  • ØPaten hanya diberikan negara kepada penemu yang telah menemukan suatu penemuan (baru) di bidang teknologi. Yang dimaksud dengan penemuan adalah kegiatan pemecahan masalah tertentu di bidang teknologi yang berupa :
  • •proses;
  • •hasil produksi;
  • •penyempurnaan dan pengembangan proses;
  • •penyempurnaan dan pengembangan hasil produksi;

 

Undang – undang yang mengatur tentang paten:

·   UU Nomor 6 Tahun 1989 tentang Paten (Lembaran Negara RI Tahun 1989 Nomor 39)

·   UU Nomor 13 Tahun 1997 tentang Perubahan UU Nomor 6 Tahun 1989 tentang Paten (Lembaran Negara RI Tahun 1997 Nomor 30)

·    UU Nomor 14 Tahun 2001 tentang Paten (Lembaran Negara RI Tahun 2001 Nomor 109)

 

MEREK

PENGERTIAN

 

·           Berdasarkan Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2001 :

Merek adalah tanda yang berupa gambar, nama, kata, huruf- huruf, angka- angka, susunan warna, atau kombinasi dari unsur- unsur tersebut yang memiliki daya pembeda dan digunakan dalam kegiatan perdagangan barang atau jasa. (Pasal 1 Ayat 1)

 

·     Merek merupakan tanda yang digunakan untuk membedakan produk (barang dan atau jasa) tertentu dengan yang lainnya dalam rangka memperlancar perdagangan, menjaga kualitas, dan melindungi produsen dan konsumen.

 

·           Merek adalah tanda yang berupa gambar, nama, kata, huruf-huruf, angka-angka, susunan warna atau kombinasi dari unsur-unsur tersebut yang memiliki daya pembeda dan digunakan dalam kegiatan perdagangan barang atau jasa (Pasal 1 Undang-undang Merek).

 

Istilah-istilah merek:

            Merek dagang adalah merek yang digunakan pada barang yang diperdagangkan oleh seseorang atau beberapa orang secara bersama-sama atau badan hukum untuk membedakan dengan barang-barang sejenis lainnya.

 

Merek jasa yaitu merek yang digunakan pada jasa yang diperdagangkan oleh seseorang atau beberapa orang secara bersama-sama atau badan hukum untuk membedakan dengan jasa-jasa sejenis lainnya.

 

Merek kolektif adalah merek yang digunakan pada barang atau jasa dengan karakteristik yang sama yang diperdagangkan oleh beberapa orang atau badan hukum secara bersama-sama untuk membedakan dengan barang atau jasa sejenis lainnya.

 

            Hak atas merek adalah hak khusus yang diberikan negara kepada pemilik merek yang terdaftar dalam Daftar Umum Merek untuk jangka waktu tertentu, menggunakan sendiri merek tersebut atau memberi izin kepada seseorang atau beberapa orang secara bersama-sama atau badan hukum untuk menggunakannya.

Undang – undang yang mengatur tentang merek:

UU Nomor 19 Tahun 1992 tentang Merek (Lembaran Negara RI Tahun 1992 Nomor 81)

 

UU Nomor 14 Tahun 1997 tentang Perubahan UU Nomor 19 Tahun 1992 tentang Merek (Lembaran Negara RI Tahun 1997 Nomor 31)

 

UU Nomor 15 Tahun 2001 tentang Merek (Lembaran Negara RI Tahun 2001 Nomor 110)

 

Desain Industri

PENGERTIAN

 

            (Berdasarkan Undang-Undang Nomor 31 Tahun 2000 Tentang Desain Industri) :

                        Desain Industri adalah suatu kreasi tentang bentuk, konfigurasi, atau komposisi garis atau warna, atau garis dan warna, atau gabungan daripadanya yang berbentuk tiga dimensi atau dua dimensi yang memberikan kesan estetis dan dapat diwujudkan dalam pola tiga dimensi atau dua dimensi serta dapat dipakai untuk menghasilkan suatu produk, barang, komoditas industri, atau kerajinan tangan. (Pasal 1 Ayat 1)

 

Desain Tata Letak Sirkuit Terpadu

PENGERTIAN

 

            (Berdasarkan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2000 Tentang Desain Tata Letak Sirkuit Terpadu) :

 

Sirkuit Terpadu adalah suatu produk dalam bentuk jadi atau setengah jadi, yang di dalamnya terdapat berbagai elemen dan sekurang-kurangnya satu dari elemen tersebut adalah elemen aktif, yang sebagian atau seluruhnya saling berkaitan serta dibentuk secara terpadu di dalam sebuah bahan semikonduktor yang dimaksudkan untuk menghasilkan fungsi elektronik.(Pasal 1 Ayat 1)

 

Desain Tata Letak adalah kreasi berupa rancangan peletakan tiga dimensi dari berbagai elemen, sekurang-kurangnya satu dari elemen tersebut adalah elemen aktif, serta sebagian atau semua interkoneksi dalam suatu Sirkuit Terpadu dan peletakan tiga dimensi tersebut dimaksudkan untuk persiapan pembuatan Sirkuit Terpadu. (Pasal 1 Ayat 2)

 

Rahasia Dagang

PENGERTIAN

 

            (Menurut Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2000 Tentang Rahasia Dagang) :

 

Rahasia Dagang adalah informasi yang tidak diketahui oleh umum di bidang teknologi dan/atau bisnis, mempunyai nilai ekonomi karena berguna dalam kegiatan usaha, dan dijaga kerahasiaannya oleh pemilik Rahasia Dagang.

 

Indikasi Geografis

PENGERTIAN

 

            (Berdasarkan Undang-Undang No. 15 Tahun 2001 Tentang Merek) :

 

Indikasi-geografis dilindungi sebagai suatu tanda yang menunjukkan daerah asal suatu barang yang karena faktor lingkungan geografis termasuk faktor alam, faktor manusia, atau kombinasi dari kedua faktor tersebut, memberikan ciri dan kualitas tertentu pada barang yang dihasilkan.(Pasal 56 Ayat 1)

 

 

Posted in TIK

teori lempeng tektonik (Geografi)

Menurut teori Lempeng Tektonik, lapisan terluar bumi kita terbuat dari suatu lempengan tipis dan keras yang masing-masing saling bergerak relatif terhadap yang lain. Gerakan ini terjadi secara terus-menerus sejak bumi ini tercipta hingga sekarang. Teori Lempeng Tektonik muncul sejak tahun 1960-an, dan hingga kini teori ini telah berhasil menjelaskan berbagai peristiwa geologis, seperti gempa bumi, tsunami, dan meletusnya gunung berapi, juga tentang bagaimana terbentuknya gunung, benua, dan samudra.

Lempeng tektonik terbentuk oleh kerak benua (continental crust) ataupun kerak samudra (oceanic crust), dan lapisan batuan teratas dari mantel bumi (earth’s mantle). Kerak benua dan kerak samudra, beserta lapisan teratas mantel ini dinamakan litosfer. Kepadatan material pada kerak samudra lebih tinggi dibanding kepadatan pada kerak benua. Demikian pula, elemen-elemen zat pada kerak samudra (mafik) lebih berat dibanding elemen-elemen pada kerak benua (felsik).

Di bawah litosfer terdapat lapisan batuan cair yang dinamakan astenosfer. Karena suhu dan tekanan di lapisan astenosfer ini sangat tinggi, batu-batuan di lapisan ini bergerak mengalir seperti cairan (fluid).
Litosfer terpecah ke dalam beberapa lempeng tektonik yang saling bersinggungan satu dengan lainnya. Berikut adalah nama-nama lempeng tektonik yang ada di bumi, dan lokasinya bisa dilihat pada Peta Tektonik.

Pergerakan Lempeng (Plate Movement)
Berdasarkan arah pergerakannya, perbatasan antara lempeng tektonik yang satu dengan lainnya (plate boundaries) terbagi dalam 3 jenis, yaitu divergen, konvergen, dan transform. Selain itu ada jenis lain yang cukup kompleks namun jarang, yaitu pertemuan simpang tiga (triple junction) dimana tiga lempeng kerak bertemu.

1. Batas Divergen
Terjadi pada dua lempeng tektonik yang bergerak saling memberai (break apart). Ketika sebuah lempeng tektonik pecah, lapisan litosfer menipis dan terbelah, membentuk batas divergen.
Pada lempeng samudra, proses ini menyebabkan pemekaran dasar laut (seafloor spreading). Sedangkan pada lempeng benua, proses ini menyebabkan terbentuknya lembah retakan (rift valley) akibat adanya celah antara kedua lempeng yang saling menjauh tersebut.
Pematang Tengah-Atlantik (Mid-Atlantic Ridge) adalah salah satu contoh divergensi yang paling terkenal, membujur dari utara ke selatan di sepanjang Samudra Atlantik, membatasi Benua Eropa dan Afrika dengan Benua Amerika.

2. Batas Konvergen
Terjadi apabila dua lempeng tektonik tertelan (consumed) ke arah kerak bumi, yang mengakibatkan keduanya bergerak saling menumpu satu sama lain (one slip beneath another).
Wilayah dimana suatu lempeng samudra terdorong ke bawah lempeng benua atau lempeng samudra lain disebut dengan zona tunjaman (subduction zones). Di zona tunjaman inilah sering terjadi gempa. Pematang gunung-api (volcanic ridges) dan parit samudra (oceanic trenches) juga terbentuk di wilayah ini.

3. Batas Transform
Terjadi bila dua lempeng tektonik bergerak saling menggelangsar (slide each other), yaitu bergerak sejajar namun berlawanan arah. Keduanya tidak saling memberai maupun saling menumpu. Batas transform ini juga dikenal sebagai sesar ubahan-bentuk (transform fault).

Konvergen lempeng benua—samudra (Oceanic—Continental)

Konvergen lempeng samudra—samudra (Oceanic—Oceanic)

Konvergen lempeng benua—benua (Continental—Continental)

Bagaimana Dengan Indonesia?

Negeri kita tercinta berada di dekat batas lempeng tektonik Eurasia dan Indo-Australia. Jenis batas antara kedua lempeng ini adalah konvergen. Lempeng Indo-Australia adalah lempeng yang menunjam ke bawah lempeng Eurasia. Selain itu di bagian timur, bertemu 3 lempeng tektonik sekaligus, yaitu lempeng Philipina, Pasifik, dan Indo-Australia.

Seperti telah dijelaskan sebelumnya, subduksi antara dua lempeng menyebabkan terbentuknya deretan gunung berapi dan parit samudra. Demikian pula subduksi antara Lempeng Indo-Australia dan Lempeng Eurasia menyebabkan terbentuknya deretan gunung berapi yang tak lain adalah Bukit Barisan di Pulau Sumatra dan deretan gunung berapi di sepanjang Pulau Jawa, Bali dan Lombok, serta parit samudra yang tak lain adalah Parit Jawa (Sunda).
Lempeng tektonik terus bergerak. Suatu saat gerakannya mengalami gesekan atau benturan yang cukup keras. Bila ini terjadi, timbullah gempa dan tsunami, dan meningkatnya kenaikan magma ke permukaan. Jadi, tidak heran bila terjadi gempa yang bersumber dari dasar Samudra Hindia, yang seringkali diikuti dengan tsunami, aktivitas gunung berapi di sepanjang pulau Sumatra dan Jawa juga turut meningkat.

sumber: google.com/web.teorilempeng tektonik….