Siapakah Aku Yang Sejati?

Secara singkat dapat saya utarakan bahwa hal – hal yang harus dapat kita kenali dari diri kita adalah sebagai berikut:

  • Sifat – sifat dan karakter

    Setiap orang pasti membawa sifat-sifat dan karakternya sendiri-sendiri, setiap orang walaupun bisa saja ada kemiripan tapi tidak pernah ada yang sama persis dalam hal ini.

    Menurut saya sebenarnya sifat-sifat dan karakter dalam diri seseorang ini tidak ada batasan “baik-buruknya” karena bagaikan “rasa dan aroma dalam setiap masakan saja”, hanya saja kalau banyak orang yang dapat menerima dan menyenangi maka dianggap “baik” sedangkan kalau banyak orang tidak dapat menerima dan tidak suka maka dinilai “tidak baik”. Tentu pada akhirnya mau tidak mau harus “ada penilaian”, yang mana sebagai kaum Siu Tao ( ) kitapun tidak bisa terlepas dan sudah sewajarnya berusaha mengejar nilai-nilai berlaku yang baik.

  • Hasrat dan keinginan

    Setiap orang pasti memiliki hasrat dan keinginannya masing-masing, yang biasanya adalah merupakan refleksi dari sebuah bentuk ideal / cita-cita yang awalnya bersumber dari ego. Dalam bentuk yang paling sederhana dan murni bisa disimpulkan bahwa ego semua manusia itu pada dasarnya adalah “baik” karena secara alamiah bersumber dari “survival spirit” (naluri mempertahankan hidup). Sehingga setiap manusia selalu bermotivasi untuk mempertahankan hidupnya serta terus mengembangkan hidup ke kondisi yang semakin baik dan jauh dari resiko – resiko kesusahan baik secara fisik maupun mental.

    Nah, karena begitu kompleknya keadaan yang ada maka akhirnya latar belakang dan kesempatan yang ada pada seseorang akan berbeda dengan orang lainnya. Hal ini pulalah yang kemudian harus bisa juga dipahami dan disadari sehingga kita bisa benar-benar menyatu dengan hasrat dan keinginan kita sesuai kealamiahannya masing-masing (hasrat dan keinginan ini saya anggap sebagai suatu daya pendorong gerak yang sangat murni dan tulus). Tetapi tentunya keadaan sosial tetap harus dijadikan rambu-rambu keseimbangan geraknya.

  • Kemampuan

    Penguasaan terhadap suatu hal yang merupakan ciri khas seseorang yang dimiliki dan didapat secara dan dalam kealamiahannya masing – masing, haruslah terus digali dan dikembangkan serta dipergunakan secara positif demi kepentingan kebaikan yang semakin luas semakin baik. Dalam hal ini yang namanya kemampuan itu, normalnya memang akan selalu terasa kurang bagi semuanya, karena adanya kondisi persaingan yang semakin mengetat.

    Oleh karena itu jika bisa mengenal kemampuan diri maka secara lebih gampang pula kita dapat terus mengembangkannya sehingga mencapai suatu level yang relatif tinggi. Biasanya kemampuan seseorang itu berupa wawasan, pengetahuan, kepandaian dan keahlian, yang merupakan hasil dari perpaduan antara intelegensi dan emosi melalui proses belajar (baik sekolah maupun otodidak) serta pengalaman-pengalaman sepanjang hidupnya.

    Dari sini, maka kita dapat disimpulkan bahwa “belajar” dan “berlatih” adalah dua hal pokok yang sangat berperan dalam usaha meningkatkan kemampuan diri.

  • Ketidakmampuan & keterbatasan

    Diluar kemampuan yang ada, maka adalah hal yang alami pula bahwa setiap insan didunia ini selalu diliputi juga oleh ketidakmampuan dan keterbatasan (sengaja penulis tidak menggunakan kata “kelemahan” untuk memberikan nuansa optimisme).

    Adapun merupakan hal yang juga tidak kalah pentingnya dalam proses pengenalan diri kita masing-masing untuk justru lebih mengenal ketidakmampuan dan keterbatasan yang ada dengan motif untuk memperbaiki dan merubahnya sebisa mungkin sehingga menjadi faktor yang bahkan dapat diandalkan. Dalam masalah ini memang kemauan dan usaha keras secara konsisten mutlak diperlukan , karena biasanya untuk dapat bisa “mengakui” bahwa kita mempunyai ketidakmampuan dan keterbatasan saja sudah sangat sulit (karena harus melawan ego dan kesombongan kita) apalagi untuk merubahnya.

    Modal dasar utama yang diperlukan untuk mengatasi hal ini adalah kejujuran dan keterbukaan. Akan tetapi dilain sisi, jangan pula kita sampai terjerumus dan terseret arus pola berpikir pesimis yang akhirnya justru membesar-besarkan faktor ketidakmampuan dan keterbatasan yang ada menjadi senjata dan alasan untuk meng “cover” semua hal dalam kehidupan ini yang memang sulit dan berat bagi siapapun.

  • Latar belakang

    Latar belakang bisa dianggap sebagai akar dari semua perkembangan yang timbul dan ada sekarang ini bagi siapapun juga. Walau kita pada akhirnya memang tidak perlu mempermasalahkan tapi bisa memahami latar belakang dari diri kita sedikit banyak dapat berguna untuk mengetahui siapa dan bagaimana diri kita yang sesungguhnya.

    Oleh karena itu pula dalam metode-metode pengembangan kepribadian yang paling modern sekalipun, pemanfaatan latar belakang diri seseorang sebagai alat refleksi diri untuk membangkitkan pemicu semangat kearah yang lebih efektif masih sangat ampuh dan bermanfaat. Didalam hal ini kita sebagai seorang insan Tao modern yang proaktif tentunya diharapkan juga dapat memahami dan menyadari hal tersebut, sehingga dapat memandang diri sekarang ini secara komprehensif sebagai suatu hasil dari proses-proses terdahulu yang berkesinambungan untuk dijadikan landasan kearah depan yang lebih baik dan semakin baik.

Bagi sebagian orang mengenali diri sendiri mungkin adalah masalah yang mudah tapi umumnya sebagian besar orang menganggap adalah masalah yang sukar dan sulit. Secara pribadi saya sendiri berpendapat bahwa mengatasi proses pengenalan diri sendiri ini memang bukanlah sebuah pekerjaan yang mudah dan gampang. Permasalahan utama yang sering timbul dan menghambat kita untuk dapat mengenali diri kita ini adalah kemampuan diri untuk berdiri secara “jujur, obyektif dan adil” dalam memberikan pandangan terhadap diri sendiri.

Nah, dalam kenyataannya memang hal inilah yang justru jarang bisa dilakukan oleh setiap orang . Akhirnya proses mengenali diri sendiri ini memang akan menjadi sangat sulit dan membingungkan karena faktor ketidak jujuran, ketidak obyektifan dan ketidak adilan dalam memandang diri itu sendirilah yang harus bisa disadari dan diperbaiki (revisi).

http://indonesia.siutao.com/tetesan/siapakah_aku_yang_sejati.php

19 thoughts on “Siapakah Aku Yang Sejati?

  1. Aku sejati itu, kalimat nya La ilaha ila ana. Yang lain tiada, hanya aku sahaja yang ada. Diri pun tiada seketika itu. Alam Semesta dan sekelian makhluk pun tiada seketika itu. Hanya aku sahaja yang ada.

      1. Terima kaseh dan Salaam Sejahtera. Beristiqomah menyadari dirinya pada awalnya tiada, adalah lebih selamat mengikut pahaman yang bersumber dari Nabi Muhammad S.A.Wasalam., lebih jelas makna nya sesuai kalimat ddlm Alquran, “LA ILAHA ILA ANA ” bukan HUWA, tapi ANA. Usaha abadi untuk kembali ke asal usulnya yang bersumber dari pengetahuan dan keterangan dari hadist qudsi yg tlh Nabi saw Sabda kan. @Hanya AL INSANUU SIRRIHI sahaja yang menyakini nya serta memahami asal usulnya WA ANA SIRRUHU.

  2. Beristiqomah menyadari dirinya pada awalnya tiada, adalah lebih selamat mengikut pahaman keterangan dari hadist qudsi yg tlh Nabi Muhammad saw Sabda kan berlandas kan dalil Al Quran, kalimat “LA ILAHA ILA ANA “bukan HUWA, tapi ANA. Usaha abadi untuk kembali ke asal usulnya hanya AL INSANUU SIRRIHI sahaja yang menyakini nya serta memahami asal usulnya WA ANA SIRRUHU.

      1. ” Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada Agama, Fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut Fitrah itu. Tidak ada perubahan pada Fitrah Allah, Agama yang lurus, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahuinya ” (Surah Ar Ruum 30 :30). AL QURAN.

      2. Oleh sedemikian, manusia harus manusiawi,menuntun Fitrah/ Sucii itu adalah Aku sejati. Kerna smua agama benar mengajarkan manusia supaya berperikemanusian. Hanya sejumlah kecil umat manusia yang mengikutinya. Kebanyakan manusia menginkarinya. Maka berlaku lah kekejian dan kezaliman dari kalangan org yg beragama tidak mengetahuinya. Syariat yg suci,menjadi keji. Sekian dulu. Wassalaam.

    1. Waalaikom Salam..!!! Kesemua sifat itu berada pada manusia. Sifat yang Terpuji (Berperikemanusiaan), Sifat yang Terkeji (Keiblisan), dan Sifat Kehaiwanan.. Aku sebenarnya bersifat yang Terpuji..!!!

      1. Terimakasih atas kommentnya. Mengapakah Anda memiliki kalimat yang sangat apik. Manusia sebenarnya miliki potensi untuk menjadi orang baik ataupun orang jahat itu pilihan. Tetapi kita tentunya harus pilih yang benar. Bukankah tujuan kita hidup untuk beribadah kepada-Nya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s